evolusi budaya

EVOLUSI BUDAYA

Makalah

Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah

“Antropologi”

Dosen pembimbing :

Drs. H. Syaiful Ahrori, M.EI.

Oleh:

Teguh elfan hidayat  

B01210009

Kpi A

FAKULTAS DAKWAH

JURUSAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI SUNAN AMPEL

SURABAYA

2011

Kata pengantar

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Segala puji bagi Allah yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmatnya bagi kita semua sehingga kami dapat menyelesaikan tugas  membuat makalah pada mata kuliah “Antropologi”

Dalam hal ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bpk Drs. H. Syaiful Ahrori, M.EI, Yang telah membimbing kami dalam mata kuliah ini Makalah ini betemakan  “Evolusi Budaya”.

Atas terbentuknya makalah ini kami sebagai penulis menyadari bahwa banyak kekurangan yang ada dalam makalah ini.

Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Hormat kami,

Penyusun

 

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL……………………………………………………………………………………. i

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………… ii

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………….. iii

BAB I        PENDAHULUAN……………………………………………………………………… 1

1. Latar Belakang…………………………………………………………………….. 1

2. Rumusan Masalah……………………………………………………………….. 1

BAB II        PEMBAHASAN ………………………………………………………………………. 2

A. evolusi budaya…………………………………………………………………….. 2

B. sudut pandang memetika…………………………………………………….. 3

BAB III       PENUTUP……………………………………………………………………………….. 5

A.    KESIMPULAN…………………………………………………………………….. 5

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………… 6

BAB I

PENDAHULUAN

1. latar belakang

Dengan pembahasan masalah antropologi, pasti tidak luput dengan yang namanya kebudayaan, dalam makalah ini membahas masalah evolusi kebudayaan yang selama ini sudah kita alami dengan sadar maupun tidak sadar.

Dengan di buatnya makalah evolusi budaya ini, kita dapat mengetahui bagaimana cara kita melihat proses evolusi budaya yang semakin berubah ini.

Di zaman yang semakin modern ini, kebudayaan asli indonesia semakin luntur dan lambat laun dapat hilang dari peradaban, oleh karena itu untuk menjaga dan mempertahankan kebudayaan kita perlu melihat bagaimana proses terjadinya evolusi pada kebudayaan itu sendiri.

2. Rumussan masalah

A. Evolusi budaya

B. Sudut pandang memetika

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A. Evolusi budaya

Berbicara tentang evolusi manusia, kita tidak cukup berbicara mengenai evolusi biologis saja. Manusia bukan hanya makhluk biologis, tetapi juga sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia mengalami evolusi lain, yaitu evolusi kultur atau budaya. Manusia mempunyai tata cara hidup, kebiasaan dan norma dan aspek-aspek kultural lainnya yang senantiasa berubah dan menjadi kompleks dari waktu ke waktu. Suatu bentuk evolusi lain yang menjadikannya sebagai makhluk hidup yang paling dominan dan adaptif terhadap lingkungannya saat ini.

Evolusi budaya merupakan suatu proses evolusi atau prosos perubahan budaya yang terjadi hingga saat ini. Kita bisa mengamati bagaimana fakta akan evolusi tersebut dalam banyak hal, seperti dalam bahasa, gaya hidup hingga ke dinamika dalam sistem ekonomi.

Pertanyaannya apakah prinsip-prinsip dalam evolusi hayati juga berlaku dalam evolusi kultur atau sosial? Untuk menjawab itu, seorang biolog Robert Boyd (2005), mengajukan beberapa proposisi terkait dengan evolusi budaya diantaranya:

  1. Budaya merupakan informasi yang didapatkan oleh suatu individu dari orang lain melalui pengajaran, imitasi atau bentuk pembelajaran sosial lainnya.
  2. Perubahan budaya haruslah dimodelkan sebagai suatu proses Evolusi Darwinian.
  3. Budaya merupakan sebahagian dari evolusi biologis.
  4. Evolusi budaya membuat evolusi manusia menjadi berbeda dengan evolusi makhluk hidup lainnya.
  5. Gen dan budaya berevolusi.

Namun, harus disadari bahwa sistem sosial sendiri merupakan sistem yang tersusun atas banyak individu yang secara aktif berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lain, saling bertukar informasi dan kemudian mentransmisikannya satu sama lain baik intra maupun inter-generasi. Ia merupakan sistem yang terbuka, yang beradaptasi dengan kondisi lingkungannya dan kemudian berubah secara dinamik dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan tersebut. Dalam persepektif hubungan mikro-makro, budaya merupakan suatu keadaan makro yang membrojol dari interaksi individu-individu di tingkatan mikro. Komunikasi antar individu dan pertukaran informasi dan ide diantara mereka, muncul sebagai sebuah kepercayaaan, norma, kebiasaan dan budaya secara umum. Jelasnya, budaya merupakan fenomena makro yang membrojol akibat hubungan interaksi, komunikasi dan saling pengaruh mempengaruhi diantara individunya.

Propoposi yang diajukan Boyd, pada dasarnya lebih di dasarkan pada fakta-fakta yang didapatinya dari kajian antropologi dan linguistik. Sebagai seorang biolog, ia mendapati bagaimana spesies yang secara genetik berkorelasi akan mempunyai budaya dan bahasa yang mirip satu sama lain. Namun dalam memodelkan bagaimana proses ini terjadi secara Darwinian, belum ada yang cukup baku yang diterima oleh para ilmuwan. Jawaban yang cukup menjanjikan datang dari konsep memetika, yang secara umum memandang bahwa sistem sosial dan budaya, tersusun atas unit hereditas yang dinamakan meme (karakter budaya).

B. Sudut pandang memetika

Memodelkan evolusi kultural dari sudut pandang memetika (ilmu yang mempelajari meme), kita tentu harus menyadari bahwa pada dasarnya kultur merupakan suatu sistem bertingkat yang didalamnya mengandung berbagai elemen-elemen kultur tertentu yang senantiasa berubah secara dinamik, dimana perubahan ini terjadi karena adanya dinamika dalam masyarakat itu sendiri – baik melalui proses asimilasi, akulturasi, komunikasi maupun interaksi antar individu. Fenomena evolusi kultural bisa kita lihat sebagai pola dinamik, dimana elemen kultur terbut bukan hanya menyebar dan bertransmisi dari satu individu ke individu lainnya, melainkan juga bagaimana elemen-elemen tadi secara dinamik berubah selama proses transmisi tersebut. Meme bisa dipandang sebagai sebuah unit yang paling kecil dari kultur, seperti not musik atau cara menggunakan sepatu, hingga bagian yang lebih besar seperti nasionalisme atau agama, sehingga memetika pada hakikatnya merupakan suatu alat analisis yang dapat menjelaskan fenomena dalam sistem kultur atau aspek-aspek kultural, diseminasi dan propagasinya, hingga evolusinya. Memetika juga bisa kita lihat sebagai sebuah cara bagaimana suatu objek kultur atau sistem bertransmisi dari satu orang ke yang lainnya dalam prespektif virus akal budi.

Dawkin menyebutkan bahwa meme merupakan suatu unit informasi yang tersimpan di otak dan menjadi unit replikator dalam evolusi kultur manusia. Meme tersebut bisa berupa ide, gaya berpakaian, tata cara ibadah, norma dan aspek kultur lainnya. Meme dalam sistem kultural manusia berperilaku dan mempunyai karakteristik selayaknya gen dalam sistem biologis, yang bisa bereplikasi sendiri dan bermutasi. Konsep meme yang dilontarkannya ini kemudian mengundang banyak perdebatan dikalangan biolog dan sosiolog, terlebih karena ia sendiri tidak memberikan penjelasan yang cukup gamblang mengenai bagaimana unit informasi dalam otak tersebut mengontrol perilaku manusia, dan pada akhirnya kultur manusia, serta bagaimana mekanisme replikasi serta transmisi dari meme itu sendiri. Hal ini juga yang menjadikan definisi meme pada perkembangannya menjadi begitu banyak dan seakan tidak menemukan titik temu satu sama lainnya.

Perdebatan ini menjadi terkadang cukup kontraproduktif tatkala melupakan esensi dari memetik sendiri sebagai sebuah alat analisis yang berupaya menganalisis dinamika perubahan budaya dalam persepektif evolusi. Memetika harus dipandang sebagai alat analisis alternatif baru yang bisa digunakan untuk menjelaskan fenomena evolusi kultural.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berbicara evolusi budaya kita tidak hanya berbicara tentang dinamika dan penyebaran budaya dan elemen-elemen budaya dari suatu masyarakat dari waktu ke waktu melainkan juga bagaimana perubahan secara kualitas dari budaya tersebut selama proses perkembangannya tersebut. Teori memetika tidak sekadar menginkorporasi teori Evolusi Darwin ke dalam analisis perubahan budaya, melainkan suatu alat analisis yang berupaya menganalisis proses tersebut dari sudut pandang Darwinian, yaitu evolusi melalui mutasi random dan seleksi alam.

Evolusi tidak hanya sebuah teori, melainkan sebuah fenomena yang ada. Evolusi budaya merupakan evolusi yang terjadi dan bisa kita amati hingga saat ini. Dinamika yang terjadi dalam evolusi sosial dan budaya ini merupakan fenomena yang membrojol dari interaksi yang kompleks di level mikronya, yaitu individu. Memetika yang merupakan alat analisis yang mencoba mengkaji dinamika budaya dari sudut pandang evolusi Darwinian, menjanjikan hasil analisis baru yang bisa memperkaya analisis sosial kita, termasuk analisis evolusi dalam sistem ekonomi.

Daftar pustaka

http://www.budaya-indonesia.org/iaci

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4527920

http://en.wikipedia.org/wiki/Mem

About these ads

Tentang go_elh

KETIKA ANDA JATUH ………… KETIKA ANDA GAGAL…………. KETIKA ANDA TIDAK MEMILIKI APA-APA……….. SESEORANG YANG BERSAMA ANDA………ADALAH TEMAN SEJATI ANDA KETIKA ANDA BERHASIL……….. KETIKA ANDA KAYA…………………. KETIKA ANDA DAPAT MEMILIH DAN DUNIA SEAKAN MILIK ANDA…………………. SESEORANG YANG BERSAMA ANDA……….BUKANLAH TEMAN SEJATI ANDA , IA MENGINGINKAN SESUATU DARI ANDA.
Tulisan ini dipublikasikan di KPI A. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s